Kisah yang selalu berujung pada tetesan air mata

mimpi waktu itu
Foto dari pixabay.com 
Setiap hembusan nafasku
Ada harapan akan kehadiranmu.

Detik, menit, dan jam telah menjadi saksi,
Kisahku menantimu
Menanti sapaan manismu yang selalu kaubiasakan.

Aku sungguh merasa, sapaanmu selalu menyimpan
Serpihan cinta tentang kedekatan kita.

Namun kisah-kisah selalu berujung pada tetesan air mata
yang mengandung arti, yang menjadi tanda cinta
dan kerinduanku tak terbalas

Aku tahu aku salah
Kecanduanku mencintaimu membuat aku lupa
Arti dari perjalananku setiap hariku
Walaupun tak bersamamu….


Mimpi waktu itu

Aku tidur tetapi hatiku bangun
Kekasihku mengetuk pintu, menjerit penuh harap
Agar kami saling bersua layaknya sepasang kekasih.

“Bukalah pintu sayangku,” pintanya
Hatiku pun berdebar kencang
mengundangku bergegas membuka pintu

Tanganku penuh gairah saat meraih daun pintu
“Sayang, aku datang membukakan pintu,” jeritku
Tapi sayangnya kekasihku sudah pergi,lenyap.

Rasanya aku disakiti, ketika ia menghilang
Dan aku menjerit dalam kerintihan rindu
Dan kuberusaha kembali ke dunia nyataku
Ah, ternyata ini cuma mimpi


Pohon Tua

Kuteringat kisah sepuluh tahun yang lalu
Aku  selalu bernaung sambil berimajinasi.

Di bawah rindangnya dedaunan yang menghiasi pohon tua itu
Banyak kisah saat jiwa ini bertepi di bawah teduhan pohon tua itu

Kesejukan dan pancaran keindahan menyimpan banyak kenangan
yang tak terucap, saat aku dan kamu saling memuja dan memuji

Akan keindahan pohon tua itu
Terima kasih kuakan selalu menyimpan kenangan kita

Nusa Dua, 01-Juli-2020

Sr. Yulita SFSC
Previous article
This Is The Newest Post
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel