Refleksi tentang Allah Tritunggal

Allah Tritunggal Mahakudus (foto dari google)
Quote Amor - Allah Tritunggal adalah pokok iman Kristiani yang sangat penting. Secara sederhana dan singkat iman kita akan Allah Tritunggal itu dapat dirumuskan sebagai berikut: "kita percaya akan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus dan ketiga itu Esa dan satu." Yang menjadi pertanyaan ialah: Bagaimana kita memahami Allah Tritunggal itu? Apa dasar atau sumber-sumber yang kuat dari ajaran Allah Tritunggal? Pertama-tama harus diakui bahwa iman akan Allah Tritunggal bukan hasil dari spekulasi manusia sendiri, tetapi kita mengenal dan sampai pada iman akan Allah Trtitunggal, karena Allah telah memperkenalkan diri-Nya kepada kita. 

Allah Tritunggal sudah mewahyukan diri kepada manusia dan hal ini terjadi dalam sejarah keselamatan manusia. Allah Tritunggal direfleksikan dan kenali dalam sejarah keselamatan. melalui Kitab Suci, tradisi dan magisterium. Ajaran akan Allah Tritunggal pada dasarnya sudah tersedia dalam Kitab Suci, namun hal itu juga ditegaskan kembali dalam dogma yang dirumuskan berdasarkan konsili – konsili, khususnya tiga konsili utama, yaitu  Konsili Nicea (325), Konsili Konstantinopel I (381) dan Konsili Konstantinopel II (553).

Tulisan ini dapat dibagikan dalam beberapa tahap. Pertama, Kitab Suci (yang memberi dasar akan iman kita kepada Allah Tritunggal). Kedua,  kita mengenal doa-doa dari jemaat awal yang menekankan aspek Allah Tritunggal. Ketiga, sumbangan pemikiran ahli-ahli Teologi (bapa-bapa Gereja) yang melihat Kitab Suci sebagai dasar pemikiran Allah Tritunggal. Keempat, dapat dilihat dalam rumuskan Dogma yang memastikan rumusan iman akan Allah Tritunggal.

Dalam Kitab Suci, baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sudah menunjukkan akan identitas dari Allah Tritunggal. Selain itu, dalam sejarah keselamatan umat manusia, kita menemukan struktur Trinitaris (Bapa, Putra dan Roh Kudus). Struktur Trinitaris ini juga ditunjukkan secara eksplisit dalam teks-teks Kitab Suci. Trinitas dalam Kitab Suci adalah tokoh-tokoh yang bersifat ilahi. Dan menurut Kitab Suci, Trinitas itu Esa, artinya Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah satu.

Dalam sejarah Keselamatan, kita berjumpa dengan tiga tokoh yang ilahi itu. Berikut ini adalah pendasaran Kitab Suci yang berbicara tentang Allah Tritunggal itu. Dalam kitab Kejadian 2:1-3 “Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu”. Hal ini menunjukan keilahian dari Bapa sebagai Pencipta.

Dalam Keluaran 3:7-8; “Dan TUHAN berfirman: "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus”

Ibrani 1:1-4; “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi, jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka”. Hal ini menunjukan keilahian dari Putra.”

Yohanes 14:15-17; “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu”. Hal ini menunjukan keilahian dari Roh Kudus dan peristiwa Pentakosta.”

Secara  eksplisit stuktur Trinitas dapat ditemukan juga dalam Matius 28:19 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”, 2 Korintus 13:13, “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian”. 1Yohanes 5:7 “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu”. Mat 3:16-17 “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan”. Yohanes 15:26 “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku”. Efesus 4:4 “satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu.” 

Ketiga pribadi  (Bapa, Putra dan Roh Kudus) diimani sebagai Allah Tritunggal yang Ilahi. Keilahian itu jelas dalam tiga pribadi dan satu Allah. Dapat dilihat dalam Markus 10:18, “Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja”. Markus 15:34, “Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Yohanes 20:17 “Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Efesus 1:17 “dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar”. 

Dalam perjalanan sejarah tentang pamahaman keilahian dari Bapa pada prinsipnya diterimah, yang menjadi banyak perdebatan ialah keilahian dari Putra dan Roh Kudus. Keilahian Putra dalam sejarah keselamatan yang sesuai dengan Perjanjian Baru, Allah sendiri bertindak dalam hidup dan karya Yesus. Yesus membiarkan kehendak Allah terjadi dalam diriNya.  Yesus menunjukan keterkaitan antara diriNya dan Allah. Secara singkat dapat dikatakan Yesus Kristus menunjukan dirinya yang ilahi sama seperti Bapa. Hal ini dapat dilihat dalam Yohanes 8:42 “Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. Yohanes 1:1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”. Yohanes 20:28 “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!”

Ketiga pribadi (bapa, Putra dan Roh Kudus) adalah Ilahi, pendasaran ini dapat dilihat dalam beberapa teks Kitab Suci yang menjadi rujukan. Dalam Ibrani 1:8 “Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran”  2Petrus 1:1 “Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” Yesus disebut sebagai Allah dan penyelamat kita. Yoh satu  5:20 “Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran”.  Teks teks ini menunjukan keilahian dari Yesus itu sendiri. 

Menurut Kitab Suci dan dalam sejarah keselamatan Roh Kudus juga Ilahi. Yesus tidak hanya membedakan diri-Nya dari Bapa, melaikan juga dari Roh Kudus yang memenuhiNya. Dalam hidup dan karya, Yesus membiarkan diri-Nya dituntun oleh Roh yang tidak lain adalah Roh Bapa itu sendiri. Dalam Kita Suci ditekankan berulangkali bahwa Roh Kudus itu, perannya terutama terjadi: “ternayata dalam Roh Kudus itulah manusia mengenali kehadiran Allah, Roh Kudus itulah yang mampu membuat manusia sampai pada pengakuan iman Akan Yesus Kristus sebagai utusan Bapa. Dapat kita bandingkan dalam  1Kor 12:3 “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus”. Roh Kudus adalah bagian dari yang Ilahi. Roma 5:5, “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita”. Yoh 15:26 “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku” 1Korintus 2:11 “Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah”. Allah Tritunggal adalah esa (satu). Luk 4 :8 “Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”. Markus 12:29 “Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa” Markus 12:32 “Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia”. 

Bukan hanya Injil yang berbicara tetang Allah Tritunggal yang satu, melainkan juga surat-surat santo Paulus. Dalam Rom 3:30 “Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman”. 1Kor 12:6 “Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang”. Efesus 4:6 “satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua”.  Tiga pribadi tidak terpisah melaikan satu. Tiga pribadi berelasi erat antara satu dengan yang lain. Yoh 8:42  “42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku”. Berbicara tentang Putra. Yoh 15:26  “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku”.  Berbicara tentang Roh Kudus. Maka jelas bahwa dalam Allah hanya ada satu hidup. Allah Tritunggal yang satu atau esa, bukanlah Allah yang mati melaikan satu kehidupan dari Bapa, Putra dan Roh Kudus. Paham kristiani akan Allah Tritunggal itu bukan bararti menyembah tiga Allah yang berbeda, melaikan ketiga pribadi adalah satu. Ketiga pribadi ini memliki kuasa dan kehendak yang sama.  Dapat dilihat dalam Yoh 5: 19 “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak”.  1Kor 12:3 “Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus”. Yoh 15:6 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu”. Selain dalam Kitab Suci, kehidupan Jemaat awal sudah berdoa kepapada Bapa, Putra dan Roh Kudus. Hal ini paling kelihatan dalam praktek-praktek pembaptisan dan Perayaan Ekaristi. Ternyata doa-doa kepada Allah Tritunggal sudah ditunjukan sejak masa awal Gereja hadir di dunia ini. 

Diskusi-diskusi para teolog (Bapa-Bapa Gereja) yang cukup berpengaruh dalam diskusi-diskusi tentang Allah Tritunggal. Ada begitu banyak teolog yang berbicara tentang Allah Tritunggal seperti Tertulianus, Ireneus, Origenes, Atanasius, Trio Kapadokia (Basilius Agung, Gregorius dari Nica dan Gregorius Naziance), Agustinus dari Hippo dan tokoh -tokoh teolog yang lain. Mereka berusaha membaca Kitab Suci, merefleksikan dan berusaha merumuskan ajaran Trinitas ini, sebelum nanti dibuat secara nyata dalam rumusan yang dikenal dengan Dogma. 

Mereka ini berusaha menghindari tunduhan bahwa orang Kristiani percaya akan tiga Allah yang berbeda. Mereka juga  menunjukan iman akan Allah Tritunggal terjadi demi keselamatan manusia. Selain itu mereka juga menunjukan kesatuan antara relasi tiga pribadi itu. Atanasius adalah teolog yang berusaha berbicara tetang ciri keselamatan itu. Bagi Atanisisus Putra itu adalah Ilahi sama seperti bapa, kalau Putra bukan Ilahi maka, bagi Atanasius manusia tidak bisa sampai kepada Allah yang ilahi itu, bagitupula dengan Roh Kudus. Bagi Trio Kapadokia yang berbicara tetang relasi dari ketiga pribadi (Bapa, Putra dan Roh Kudus). Bagi Agustinus dari Hippo yang juga dari berbagai refleksinya berusaha menunjukan Bapa, Putra dan Roh Kudus itu sungguh-sungguh satu kasih yang saling berelasi satu dengan yang lain.

Untuk iman akan Allah Tritunggal dirumuskan dalam konsili-konsili awal yang sudah disebutkan di atas. Dalam konsili Nicea I dirumuskan sebagai berikut : “kami percaya akan satu Allah Bapa yang mahakuasa, pencipta  segala sesuatu,  yang kelihatan maupun yang tak kelihatan dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, lahir dari Bapa, lahir tunggal dari hakekat bapa, Allah dari  Allah, terang dari terang, Allah benar dari Allah benar dan setrusnya, Ia turun untuk kita dan untuk keselamatan kita, menjadi daging dan menjadi manusia, wafat, kesengsaraan, bangkit pada hari yang ketiga, naik ke Surga dan akan datang mengadili orang hidup dan mati, dan akan Roh Kudus”. Percaya akan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah sehakekat. Dalam Konsili ini yang dibicarakan adalah keilahian dari Yesus itu sendiri sebagai Putra Allah.

Konsili Konstantinopel I, dalam pertemuan ini para uskup dan ahli teologi berbicara melengkapi apa yang dibicarakan dalam Konsili Nicea.  Diakatakan bahwa “Roh Kudus itu adalah Tuhan, yang menghidupkan berasal dari Bapa, serta Bapa dan Putra disembah dan dimuliakan, Ia bersabda dengan perantaraan para nabi”. Pokok pembahasan dalam konsili ini adalah Roh Kudus. Iman kita kepada Bapa, Putra dan Roh Kudus yang satu, bukan sebatas spekulasi saja melainkan kita mengenal ketiga pribadi itu, karena ketiga pribadi itu telah memperkenalkan diri-Nya kepada kita dalam sejarah keselamatan. 

Sdr. Vredigando E. Namsa, OFM
Mahasiswa Pasca Sarjana STFT Fajar Timur - Adepura Papua
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel