Sahabatku, Sang Gembala

veronika nanda
Veronika Nanda (foto pribadi)
Quote Amor - Siang ini, udara begitu menyengat menyapa pori-pori kulit. Menembus pertahanan tubuh yang hanya berlapis jaket putih dan sebuah topi pelindung kepala. Cuaca sejak pagi terasa panas menyisakan butir-butir keringat yang membasahi wajah gadis manis dan bermata indah. Suasana senyap, para penghuni asrama merasa lebih nyaman berada di bilik mereka yang mempunyai pendingin udara. Namun tidak dengan gadis manis itu.

Ia masih betah duduk di teras ruang sekertariat.Menunggu seseorang yang beberapa hari lalu berjanji hendak bertemu, sekilas la melirik jam di pergelangan tangan kiri, sudah menunjukkan pukul 14.00 Wita. Ini berarti sudah satu jam lebih Ia menunggu namun sosok pemuda yang ditunggunya belum menampakkan diri.

Untuk mengusir rasa jenuh, Ia mengambil ponsel androidnya sambil bersenandung, tangan dan kepala refleks bergoyang. Ia terlena oleh irama lagu rohani Yesus Juru Mudiku. Tak sadar tepukan Pastor muda berwajah imut pada bahunya membangunkannya dari lamunan.

"Nona.., pulanglah, tiada guna menunggu seseorang yang sudah tiada," tegurnya. Seketika gadis itu tertunduk, ada Kristal-kristal bening meleleh di pipinya yang mulus. Ia tidak mengucapkan satu kata pun, hatinya sakit dan perih bagai tersayat sembilu. Ia belum ikhlas melepaskan sahabatnya yang selalu memberikan semangat kepadanya. Sahabatnya seorang Gembala. Kini dia telah tiada karena keganasan corona memanggilnya pulang ke rumah Bapa.

Veronika Nanda, Makassar, 7/5/20
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel