Cinta dan Luka

Cinta adalah khiasan hidup
Yang mengartikan kau dan aku saling mengenal
Sungguh kukatakan aku sangat mencintaimu
Walau rasa itu berujung luka di kala kau khianati

Sapaan manis yang selalu kau alirkan
ke dalam jiwa ini, sudah terlarut
tertutup kabut ketika kau menemukan cinta sejatimu

Yah,  bagiku cinta selalu berujung luka
Kumohon pergilah sejauh mungkin
Karena  kutak sanggup lagi menggenggam cintamu
Cinta yang membawa luka.***


Dia

Dia, aku suka padanya
Kemolekan tubuhnya,
menghadirkan sejuta rasa
Rasa untuk bernaung dalam genggaman cinta

Dia mengajarku untuk tinggal bersemayam
dalam tempat yang terindah
Dia selalu menghiasi hari-hariku.

Dia selalu mengajarkanku
arti dari sebuah senyuman
seperti pancaran senyum yang terlihat molek
pada bibirnya yang menarik sejuta rasa
rasa itu tersimpan tapi tak terucap

Dia selalu memberikan kejutan
yang membuat aku terlarut dalam rindu.***


Bayang-bayang

Saat rasa memendam rindu
Cinta tak bisa terucap.

Wahai engkau yang selalu menakutiku
bayang-bayang wajahmu menghantuiku.

Sungguh di balik rindu ini
ada rasa yang selalu tersimpan,
rasa untuk selalu mendekap bersamamu.

Ingin kugenggam tanganmu walau tak sampai
Ya, aku ingin bersamamu
walau sekedar dalam bayang-bayang saja.***


Tentang Kita

Wahai kekasihku…
Maafkan aku yang selalu menyimpan rasa,
rasa yang tersembunyi di sanubariku.

Kau selalu menghadirkan khayalan dalam setiap perjalananku
Tak jarang engkau memberi luka,
luka yang tak bisa sembuh karena aku terdampar dalam rasa rindu,

Rindu untuk selalu bersamamu.
Terima kasih cinta
untuk segala yang kau berikan bagiku.***


Sr.Yulita SFSC
Nusa Dua, 26 Mei 2020
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel