Alasan Penetapan Bulan Mei dan Oktober sebagai Bulan khusus untuk Bunda Maria

Alasan penetapan bulan Mei dan Oktober sebagai bulan khusus untuk Bunda Maria (foto dai pixabay.com)
Quote Amor - Bagi orang Katolik, doa Rosario merupakan suatu devosi yang sangat terkenal dan disukai banyak orang. Terlepas dari kalender Gereja Katolik yang menetapkan waktu (bulan Mei dan Oktober) secara khusus untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Sekarang, doa Rosario sudah menjadi bagian dari kehidupan iman orang katolik. Banyak orang katolik yang secara pribadi berdevosi kepada Bunda Maria. Mereka melakukan devosi tersebut karena mereka mengalami bahwa Bunda Maria mengabulkan doa-doa mereka. 

Ini merupakan pengalaman iman yang membuat orang semakin dekat dengan Tuhan atau semakin rajin untuk berdoa Rosario. Tetapi apakah kita pernah berpikir, kenapa Gereja menetapkan bulan Mei dan Oktober sebagai bulan yang dikhususkan untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Apa sebenarnya tujuan dari doa Rosario itu? 

Gereja menetapkan bulan Mei sebagai bulan Maria karena bulan Mei, di Negara yang punya empat musim, merupakan muslim peralihan dari musim salju kepada musim semi di mana pada saat itu orang mulai melakukan aktivitas lagi, setelah beristirahat karena musim salju. Mulainya aktivitas ini selalu dihubungkan dengan Bunda Maria sebagai “Hawa baru.” Hawa sendiri berarti ibu dari semua yang hidup. Hal ini ditegaskan dalam kita kejadian, “manusia itu memberikan nama Hawa kepada istrinya sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.” (Kej 3: 20).

Sedangkan penetapan bulan Oktober  sebagai bulan yang dikhususnya untuk  berdevosi kepada Bunda Maria bertolak dari peristiwa pertempuran yang terjadi di Lepanto pada tahun 1571. Pada saat itu, kerajaan Ottoman menyerang umat Kristiani yang tersebar di Eropa. Jumlah pasukan kerajaan Ottoman melebihi pasukan Kristiani. Dalam situasi tersebut, Don Juan dari Austria yang menjadi komandan armada Kristen bersama dengan pasukan Kristen berdoa meminta bantuan Bunda Maria.

Pada saat yang sama juga, di Roma, Paus Pius V bersama dengan umat Katolik berdoa Rosario di Basilika Santa Maria Magiore. Doa itu berlangsung sepanjang hari. Berkat doa itu, akhirnya, pada 7 Oktober 1571, pasukan Kristen memperoleh kemenangan. Karena peristiwa itu, Paus Pius V menetapkan setiap 7 Oktober sebagai peringatan Rosario dalam perayaan Ekaristi di Vatikan. Dan kemudian Paus Gregorius XIII, menetapkan 7 Oktober  sebagai Hari Raya Rosario Suci.

Dua peristiwa itu menjadi bahan utama dalam permenungan selama dua bulan tersebut.  Dua peristiwa dimana umat Kristiani mendapatkan keselamatan berkat bantuan Bunda Maria.  Inilah inti permenungan dari devosi kepada Bunda Maria pada bulan Mei dan Oktober. (A/D)
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel