Kumpulan Puisi Yulita Gardis SFSC

Yulita Gardis
Suster Yulita Gardis SFSC

AKU SELALU ADA UNTUKMU

Di kala mentari mencekam
Fajar mendatangkan bayangan
Angin sepoi-sepoi seolah-olah membawa kabar.

Apa kabarmu sayang, sapaanmu dikala mentari tiba
Sungguh engkau datang di waktu yang tepat
Menari-nari dalam khayalan cinta.

Cinta yang tersamar dalam kehampaan kekosongan
Menepis cinta dalam kesempatan yang berarti
Ketika jiwa mulai terasa hampa.

Sungguh aku terjerat oleh kata manismu
Yang selalu kau lantunkan di atas permukaan bibirmu
Kata dan janjimu selalu kuingat.

Senandung berbisik di sampingku
“Sayang percayalah aku akan selalu ada untukmu”***


AKU & KAMU

Ketika mata kita saling memandang
Ada kiasan cinta yang terdampar
di bola matamu dan mataku.

Pancaran senyum di tepi bibirmu
Menghiasi hari kita yang penuh cinta

Aku dan Kamu merasa, dunia ini milik kita
Akhirnya kita berandai-andai

seolah-olah dunia ini milik kita
Aku dan kamu saling memuja.

Kau gadis yang selalu mengisi hari-hariku
Wajahmu tersamar mengajakku berandai-andai dalam kisah cinta
Ada apa sayang, kukan selalu ada untukmu.***


MALAM SEPI

Malam….
Sungguhkah ini malam
Hati menjerit, terbalas sepi

Mungkinkah itu terjadi…?? tidak kataku
Senyumanmu yang menjadi bingkisanku malam ini
Aku terlena seakan-akan aku berada dalam dunia nyata

Nyata untuk selalu ada bersamamu..
“Sudah cukuplah.. itu hanyalah khayalan
Khayalan yang menemaniku di malam yang sepi ini.

Sungguh aku tak bisa melupakanmu
Senyummu, tawamu, pandanganmu, menghiasi malamku
Kutak ingin kau pergi seperti dedaunan kering

Yang mengosongkan tanah
Ketika angin kencang menghampiri

Kuingin berlari mendekapimu, memelukmu, memanjakanmu
Namun tangan mungilku tak sampai

Semuanya terbayang dalam khayalan
Di malam sepi ini..***


BAYANG-BAYANG

Langkah sempat terhenti menapaki lorong sempit
Di atas jalan kecil, berkerikil dan bebatu

Aku membayang-bayang sejenak
Seolah-olah aku sendirian berada di dunia ini

Terlalu lama aku terpana pada bayang-bayang kerinduan
Mungkin rindu kepada dia yang ada di seberang sana

Dan aku merasa ditinggalkan meskipun tidak kehilangan
Dan kuterus memeluk dirinya dengan kasih sayang
dalam bayang kerinduan untuk selalu bersamanya.***

(Nusa Dua 04 April 2020)
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel