Kalau kita masih hidup dalam ketakutan, kita belum merayakan Paskah

Paus Fransiskus merayakan malam Paskah
Paus Fransiskus merayakan malam Paskah (foto dari google)
Quote Amor - Tidak ada seorang pun yang menyaksikan kebangkitan Yesus, begitu pula Matius tidak mengisyaratkan adanya seorang saksi. Ia dan penginjil yang lain hanya menceritakan mengenai makam yang kosong dan penampakan-penampakan dari Yesus yang bangkit.

Penjelasan dari kosongnya makam Yesus mengatakan bahwa Yesus bangkit dari kematian.  Para wanita yang melihat Yesus meninggal dan tahu dengan tepat di mana ia dimakamkan pada Jumat sore, kembali ke makam pada Minggu pagi. Mereka bertemu dengan seorang Malaikat yang menyingkirkan batu besar yang menutup pintu masuk makam dan yang menyebabkan ketakutan para penjaga, yang ditempatkan oleh para imam kepala dan orang Farisi.

Malaikat menjelaskan bahwa kosongnya makam dalam Mat 28: 6-7 berkaitan dengan tiga nubuat sengsara Yesus (lih Mat 16:11; 17:23 ; 20:19).  Para wanita didorong oleh rasa gembira dan ketakutan, cepat-cepat memberitahukannya kepada para murid.  Di jalan mereka berjumpa dengan Tuhan yang bangkit dan menyembah-Nya.  Ia memerintahkan kepada mereka dalam ayat 10 untuk berkata kepada para murid supaya meninggalkan Yerusalem (tempat di mana Yesus ditolak) dan pergi ke Galilea (tempat pewahyuan) dan sesudah kebangkitanNya, Ia juga pergi ke Galilea (lih. 26:32). 

Banyak dari kita salah mengira bahwa malam ini, kita belum mengenang kebangkitan Tuhan, kita berjaga (vigili) untuk menyongsong kebangkitan-Nya Minggu pagi. Ini tentu pemahaman yang keliru dan dapat dikatakan tidak benar. Tuhan Yesus wafat Jumat siang (hari pertama), Jumat malam sudah hari kedua dan Ia bangkit pada hari ketiga yang dimulai setelah senja hari Sabtu, perhitungan kalender Yahudi seperti kebanyakan kalender Timur dimulai dengan terbitnya bulan, bukan terbitnya matahari.

Baca juga:
Malam paskah adalah perayaan terbesar dalam iman kita. Tradisi Gereja berjaga semalam suntuk dengan penuh syukur dan sukacita mengenang karya penciptaan dan penyelamatan Tuhan dengan berbagai bacaan Kitab Suci. Kita bersukacita karena kebangkitan Kristus adalah Terang bagi dunia yang kita nyatakan dengan upacara cahaya lilin Paskah. Cahaya suci malam ini mengusir kedurhakaan, membersihkan orang berdosa, mengembalikan kesucian kepada yang jatuh dan menghibur yang berdukacita. Karena itu, seturut tradisi malam Paskah, juga menjadi saat pembaptisan dan pembaharuan janji baptis yang didahului litani para kudus.

Sebagai orang Kristiani yang mendasarkan iman pada Yesus, kita tidak pernah melihat Yesus bangkit. Bahkan tanda-tanda kebangkitan-Nya tidak kita lihat. Akan tetapi bukankah dengan mengalami ketidakhadiran-Nya, kita merayakan Paskah? Hanya apabila kita mendengar kembali berita besar Paskah ini dengan penuh iman, kita merayakan Paskah: Ia telah bangkit dan hidup kembali. Kebangkitan dan kehadiran Yesus hanya bisa dialami dalam iman. 

Apa arti paskah bagi kita? Jika kita masih hidup dalam ketakutan, kita belum merayakan paskah. Paskah adalah pengakuan iman bahwa dia yang disalibkan dan dimakamkan itu hidup.

Paskah senantisa mengajak kita untuk membuka lembaran baru bagi hidup kita. Di tahun 2020 ini, kita merayakan Paskah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita diliputi kesedihan karena pandemi virus Corona yang menyerang seantero dunia ini. Namun suasana ini tidak membuat kita menjadi kehilangan semangat untuk merayakan sukacita kebangkitan Kristus. 
Suasana ini tampaknya seperti para murid-Nya yang merasa takut keluar dari rumah mereka. Namun, kebangkitan Kristus memberikan harapan baru dan menumbuhkan semangat baru bagi mereka untuk mewartakan karya keselamatan Tuhan kepada semua orang. Yesus tidak dendam dan marah kepada para murid-Nya ketika mereka pergi meninggalkan-Nya sendiri menghadapi kematian itu. Justru setelah kebangkitan Yesus menunjukkan diri-Nya dan merangkulkan mereka kembali. 

Semangat kebangkitan itu harus menjiwa seluruh hidup kita, karena Ia menitipkan pesan kepada kita melalui Maria Magdalena yang memberikan kabar tentang kebangkitan-Nya, “Jangan takut. Pergi dan katakan kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea dan disanalah mereka akan melihat Aku.” 

Oleh karena itu, apabila selama ini kita sering kali bersikap seperti para murid yang belum sungguh-sungguh memahami iman kita akan Yesus, kiranya kebangkitan Kristus membuka mata iman kita. Kita diajak untuk memaknai setiap kesempatan sebagai bagian dari kehadiran Allah yang mencintai dan menyayangi kita, khususnya dalam masa pandemi covid-19 ini. Kita harus mampu bersikap bijak dan tetap waspada untuk mencegah penyebaran virus corona. Kita bersatu dalam doa, khususnya doa bagi paramedic dan relawan yang memberikan diri untuk melayani yang lain dalam mengatasi wabah covid-19 ini.

Oleh : Sdr. Vredigano Engelberto Namsa, OFM
Mahasiswa Pasca Sarjana STFT Fajar Timur - Abepura - Papua
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel