Kemenko PMK Menggelar Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Bersama dengan 4 Panti Asuhan

Natal dan Tahun Baru bersama
Menko PMK, Mundajir Effendy sedang menggendong salah satu anak panti asuhan, (foto dari Kemenko PMK)
Quote Amor - Keluarga besar Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Kemenko) PMK menyelenggarakan perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 bersama dengan anak-anak dari 4 panti asuhan; Panti Asuhan Vinsensius Putra, Panti Asuhan Vinsensius Putri, Panti asuhan pendidikan Dwituna Raniwala, dan Panti Asuhan Bersinar.

Ide awal perayaan ini berasal dari bapak Menko sendiri, karena menurutnya sudah dua tahun terakhir tidak merayakan Natal dan Tahun Baru bersama. Hal itu diungkapkan oleh Y. B. Satya Sananugraha, Ketua Pembinaan Persekutuan Oikoumene Kemenko PMK dalam perayaan tersebut, Jumat malam (10/01) di Aula Heritage Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat. 

Dalam perayaan itu, Menko PMK Muhadjir Effendy turut hadir dan mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh pergawai Kemenko PMK dan masyarakat Indonesia yang merayakannya.

Dalam pesannya, Menko mengajak semua pegawai Kemenko PMK dan masyarakat Indonesia untuk merayakan keberagaman sebagai anugerah Tuhan.  

“Kita menyadari bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, terdiri dari beragam suku, agama, etnis, bahasa dan juga budaya,” ungkapnya. 

“Tidak ada cara lain,” katanya lagi, “ untuk menghadapi kemajemukan itu kecuali saling membangun, saling menghormati perbedaan masing-masing. Juga kemajemukan bangsa harus kita hadapi dengan penuh rasa syukur. Keberagamaan itu adalah anugerah dari Tuhan yang Mahakuasa,” katanya lagi.

Karena, menurutnya, keanekaragaman pada hakikatnya akan menghantar kita semua untuk kembali kepada panggilan dasar kita, yaitu memperjuangkan damai sejahatera agar bumi ini menjadi tempat yang layak, yang membahagiakan untuk hidup bersama.

Dan untuk menjaga keberagaman itu, menurut Menko PMK, diawali dengan  perdamaian dan kita wujudkan bersama. 

Dalam pesan itu juga, Bapak Menko PMK mengharapkan, semoga perayaan Natal ini akan membawa kedamaian, kebahagiaan dan sukacita bagi segenap umat Kristiani yang merayakan dan sekaligus dapat memberikan semangat dan harapan baru untuk membangun kehidupan lebih baik bagi kita semua, bagi seluruh masyarakat Indonesia di tahun 2020.

Perayaan Natal kali ini mengangkat tema “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang.” Tema ini diambil dari Injil Yohanes 15: 14-15. Pelayan Firman diisi oleh Pendeta Ridwan Hutabarat sedangkan pesan Natal disampaikan oleh Romo Johan Ferdinand Wijshijer MSC. Dalam renungannya, Pdt. Ridwan mengajak supaya kita bisa hidup sebagai sahabat bagi semua orang. 

“Orang yang percaya kepada Yesus harus bisa bersahabat bagi semua orang, tidak terbatas apa pun suku dan agamanya. Itulah sesungguhnya manusia ilahi. Karena Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Dialah kasih maka kita adalah makhluk kasih, dan kita bisa mengasihi Allah dengan mengasihi sesama,” tegasnya.

Sedangkan Romo Johan mengawali pesan natalnya dengan mengutip Hannah Arendt yang pernah mengatakan bahwa hanya orang biasa yang percaya ada sesuatu yang mustahil. Melalui kutipan ini, Romo Johan hendak menyampaikan bahwa  bagi orang Kristen tidak ada yang mustahil karena orang kristen percaya bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. 

“Karena itu jadilah sahabat bagi semua orang,” katanya. “Hal itu memang sulit, lebih ketika bersahabat dengan orang yang memusuhi kita, yanng mengejek kita, menghina dan memersekusi kita. Tetapi itu bukan berarti bersahabat dengan semua orang itu tidak mungkin. Segala sesuatu itu, bagi orang Kristen adalah mungkin karena Allah berserta kita.” Ungkapnya.(A/D)
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel