Tanggapan Kritis atas Pesta Akbar Pesparani I Tingkat Provinsi Papua

pesparani tingkat provinsi papua
Pesta Akbar Pesparani I Tingkat Provinsi Papua
Quote Amor - Beberapa hari yang lalu, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Paduan Suara Gerejani Katolik (LP3K) Provinsi Papua mengadakan pesta paduan suara Gerejani Katolik (Pesparani) I tingkat Provinsi Papua, mulai dari 14 November hingga 18 November 2019 di Auditorium  Universitas Cendrawasih (Bdk. Cendrawasih Pos, Edisi Selasa, 19 November 2019, hal. 11 dan 16).

Perparani merupakan pesta paduan suara gerejani pertama bagi umat Katolik di Provinsi Papua. Karena itu, banyak umat yang terlibat menyaksikan proses berlangsungnya kegiatan ini. Panitia Perpanas berkerja sama dengan Pemerintah, lembaga-lembaga keagamaan, lembaga kemasyarakatan dan masyarakat umum untuk menyukseskan pesta bersejarah ini. 

Pesta akbar ini diikuti oleh 14 kontingen dari beberapa kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Papua. Semua peserta sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatannya. Masing-masing perserta telah mempersiapkan secara matang untuk menunjukkan kelebihan mereka di hadapan peserta lain. 

Adapun kegiatan yang diperlombakan adalah lomba paduan suara mulai dari tingkat anak-anak, orang muda hingga dewasa. Selain itu juga ada lomba Cerdas Cermat Rohani (CCR) tingkat remaja, lomba mazmur, dan lomba membacakan Kitab Suci. Setiap kontingen berusaha untuk mendapatkan juara dan berdasarkan penilaian para juri, kontingen yang berhak mendapatkan juara adalah kontingen Kotamadya Jayapura. 

Dari berbagai kegiatan yang dilakukan nampaknya semua peserta terlibat secara aktif, tetapi kalau kita melihat secara cermat, Pesta akbar ini hanya mengedepankan aspek prestasi, dimana semua peserta dituntut menjadi sang juara. Hal tersebut bisa menciptakan sebuah kebersamaan yang semu karena masing-masing peserta berusaha untuk mengalahkan yang lain, menciptakan persaingan yang berakibat pada ketidakpedulian pada yang lain. 

Dengan pertimbangan ini, maka tulisan ini ingin mengkritis pesta akbar Pesparani Katolik I tingkat se-Provinsi Papua. Fenomena ini menjadi pertimbangan dasar dari tulisan ini. Apakah tujuan dari kegiatan Pesparani I ini? Apakah mengutamakan prestasi daripada partisipasi atau sebaliknya? Karena kalau mengutamakan partisipasi maka peserta dituntun untuk mampu berinteraksi dengan yang lain serta menciptakan suatu prestasi bersama yaitu persaudaraan.

Makna dari sebuah partisipasi 

Kita sering mendengar ajakan dari sesama untuk terlibat dalam sebuah kegiatan masyarakat entah itu kegiatan keagamaan, sosial, pemerintah maupun kegiatan lainnya. Ajakan itu sebenarnya mau mengungkapkan bahwa “partisipasi itu penting”. Namun Apakah kita sungguh menyadari makna dari kata partisipasi itu? Partisipasi merupakan sebuah proses yang membutuhkan keterlibatan dari setiap orang dalam sebuah organisasi atau hidup bermasyarakat.

Partisipasi berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari dua kata yaitu “pars” yang berarti bagian dan “capere” yang berarti mengambil. Dari kedua suku kata tersebut memiliki makna “mengambil bagian”. Kata partisipasi merupakan kata pinjaman dari bahasa Belanda yaitu dari kata “participatie” atau dari bahasa Inggris “participation” yang berarti mengambil bagian atau pengikutsertaan. 

Partisipasi mengandung arti adanya keikutsertaan untuk mengambil bagian melalui kegiatan-kegiatan secara aktif. Keikutsertaan dari individu-individu ini sebagai anggota masyarakat guna menciptakan kebersamaan yang memberi dampak besar bagi pelaksanaan dan keberhasilan suatu kegiatan.

Secara keseluruhan mau dikatakan bahwa partisipasi merupakan keikutsertaan seseorang atau sekelompok orang, baik sebagai individu di luar aktivitas bersama secara aktif yang dilandasi oleh sikap, kehendak dan kesadaran untuk mengusahakan berhasilnya suatu kegiatan. Partisipasi setiap orang atau kelompok dapat menghasilkan prestasi bersama yang mengembirakan. 

Partisipasi membawa prestasi bersama

Prestasi merupakan kata serapan dari bahasa Belanda yaitu kata “prestalic” yang secara etimologis diartikan sebagai hasil usaha, atau suatu yang telah dicapai. Dalam bahasa Indonesia pun, kata prestasi memiliki arti yang sama dengan bahasa Belanda tersebut, yakni hasil yang dicapai dari yang telah dilakukann, dikerjakan dan sebagainya (KBBI, 1988:700).

Dari pengertian di atas, prestasi merupakan hasil yang diperoleh dan dihargai dengan berupa bentuk misalnya: nilai, uang,  ijasah, piagam, piala, dan sebagainya. Penghargaan-penghargaan ini tentu diberikan kepada orang-orang yang telah bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun persoalannya adalah kalau orang mengikuti perlombaan hanya semata-mata untuk mendapatkan prestasi maka orang tersebut bisa menjadi sangat ambisi dan tidak peduli dengan yang lain.

Prestasi dalam pesta akbar Pesparansi 1 harus dipahami sebagai prestasi sebagai sebuah penghargaan terhadap ketelibatan semua peserta dalam berbagai kegiatan itu. pemahaman ini membuat orang mampu memberi apresiasi terhadap hasil yang dicapai oleh peserta lain.

Dengan demikian, prestasi itu tidak membuat orang menyombongkan dirinya tetapi membuatnya semakin menghargai yang lain. Dengan demikian berpartisipasi lebih penting daripada hanya mengejar prestasi. Karena cita-cita (prestasi) akan tercapai bila kita berjuang bersama (berpartisipasi) dengan orang lain. 

Oleh : Daniel Lau
Mahasiswa Pascasarjana, Semester III STFT “Fajar Timur” Abepura

Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel