Film Sang Prawira :Membangkitkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Budaya

film sang prawira
Film Sang Prawira
Quote Amor - Film Sang Prawira telah menambah deretan film inspiratif dalam perfilman Indonesia yang semakin maju dan berkembang. Film Sang Prawira menampilkan satu aspek pelayanan dan pengabdian kepada negara. Dalam film  ini mengisahkan bagaimana menjadi seorang perwira Polisi, mau mengabdi kepada negara. 

Kali ini Polri mengeluarkan sebuah film yang sangat inspiratif, dengan judul "Sang Prawira." Sebelumnya Polri telah memproduksi tiga film lainnya. Pertama, 22 Menit (2018) yang berkisah tentang peristiwa terror bom di Thamrin, Jakarta pada tahun 2016. Film Kedua, "Pohon Terkenal" (2019)  yang bercerita tentang Taruna dan Taruni Akademi Kepolisisna. Dan ketiga "Hanya Manusia" (2019 yang berkisah tentang pengungkapan kasus perdagangan manusia.

Sang Prawira berusaha menampilkan para pemain dari perwira Porli sendiri. Meskipun begitu bakat akting mereka tidak kalah dengan aktor ternama. Akting para Perwira Polri ini dielaborasikan dengan akting para pejabat negara dan beberapa mentri, laludilengkapi dengan beberapa aktris. 
Para pemain yang berasal dari Perwira Polri adalah Ipda Adityo ACP, Ipda M Fauzan Yonnadi, dan Ipda Dimas Adit S. Sedangkan pejabata negara melibatkan Mentri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menko Martim Luhut Panjaitan, serta Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian. Selain itu juga dalam film ini melibatkan aktris muda, Anggika Bolsterli.

Film yang diproduksi oleh MRG dan berkerja sama dengan Mabes Polri ini sudah mulai ditanyakan di bioskop XXI sejak 28 November di seluruh Indonesia. Film Sang Prawira telah menjadi film pertama yang menggunakan aplikasi tata suara Dolby Stereo di perfilman Indonesia. Aplikasi yang bisa menghasilkan suara surround digital. penggunaan aplikasi ini menambah kualitas film ini.

Sinopsis Film Sang Prawira

Film Sang Prawira menyoroti seorang pemuda desa dari pinggiran danau Toba yang bernama Horas (yang diperankan oleh Ipda Dimas Adit S). Pemuda ini bercita-cita ingin menjadi anggota polisi. Namun cita-citanya tidak direstui oleh ayahnya (yang diperankan oleh Ipda Jaya Saputra).

Bapanya tidak menginginkan anaknya, Horas, menjadi polisi, karena itu bapanya mengharapkan Horas harus menjadi pengusaha yang bisa menghasilkan banyak uang untuk mengangkat martabat keluarga. "Siapa yang mau jadi polisi, tidak ada yang mau jadi polisi. Mau jadi orang kaya, jadi pengusaha" tegas ayahnya. Namun ketegasan ayahnya tidak menghentikan kerinduan Horas untuk mewujudkan cita-citanya. 

Hal tersebut berkat bantuan ibunya (yang diperankan oleh Kompol Ina Tarigan) yang sangat mendukung cita-cita Horas. Bagi ibunya, masa depan anaknya sangat bergantung pada dirinya sendiri. keinginan itu yang membuat anaknya berjuang untuk mewujudkan cita-citanya. "Kalau kau memang benar-benar mau jadi polisi, Kejarlah cita-citamu itu," kata ibunya.

Inilah ungkapan seorang ibu yang sungguh memahami anaknya. Ibu menyadari bahwa kalau mereka memaska keinginan mereka pada anak-anaknya maka anaknya tidak akan menikmati hasilnya atau dia tidak akan sepenuh hati mewujudkan cita- citanya.  

Sutradara Sang Perwira, Ponti Gea menuturkan film ini menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga di mana antara istri dan suami tidak sepaham dalam merancang masa depan anaknya ketika duduk di bangku SMA. Sang Ibu ingin menuruti keinginan anaknya menjadi polisi tetapi Sang Bapa lebih memilih anaknya bekerja di luar negeri agar dapat menolong kehidupan keluarga yang selama ini terbilang miskin. melalui film ini juga memperkenalkan berbagai nilai budaya dan destinasi wisata yang dimiliki oleh Indonesia. 

Membangkitkan semangat Nasionalisme dan Cinta Budaya

Film Sang Prawira sangat cocok ditonton oleh keluarga, anak-anak, pejabat negara dan pemerintah sipil. Singkatnya film Sang Prawira sangat cocok ditonton oleh semua kalangan mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek. kenapa demikian? Karena film ini menyampaikan pesan-pesan moral yang berkaitan dengan kehidupan keluarga, kecintaan pada negara atau nasionalisme, dan pengorbanan yang harus dimiliki oleh seorang pejabat negara. 

Menjadi pejabat negara tidak sekedar memakai maju dinas dengan tingkat jabatannya tetapi baju itu harus mencerminkan pengabdian kepada negara dengan sepenuh hati. Pejabat negara harus mampu memberikan teladan yang baik kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Ini ditunjukkan dalam adengan ketika Horas menyaksikan para perwira polisi menjalankan tugasnya. Horas merasa terkagum dengan pengabdian mereka untuk melayani negara dengan sepenuh hati.

Selain itu juga, Film Sang Prawira menunjukkan kekayaan budaya dan destinasi pariwisata di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan melalaui lokasi syuting Sang Prawira, dimana lokasi syutingnya dilakukan di 130 titik yang tersebar di beberapa daerah di Sumatra Utara. Misalnya di kabupaten Karo, Humbahas, Toba Samosir. Tidak hanya itu kota Medan dan Semarang pun telah menjadi lokasi suting film ini.(A/D)****

Bisa Nonton film Sang Prawira di sini : Film Sang Prawira (2019)

Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel