Apa yang Menguntungkan belum tentu Membahagiakan Kita

Keuntungan dan Kebahagiaan
Foto dari www.pixabay.com
Quote Amor - Dalam relasi persahabatan, kita seringkali sulit percaya kepada orang lain. kita akan percaya kalau orang tersebut tidak pernah membuat kita kecewa. Atau kita meminta bukti supaya kita bisa percaya lagi kepada orang yang pernah melakukan kesalahan kepada kita.

Ini adalah cara berpikir yang seringkali mengganggu kita ketika kita berjumpa dengan orang lain, apakah orang itu bisa dipercaya atau dia malah akan mendatangkan musibah bagi hidup kita? cara berpikir ini secara tidak sadar kita terapkan juga kepada Tuhan Yesus, sebagai sumber kehidupan. Kita mengeluh terus dalam doa kita karena merasa Tuhan tidak mengabulkan doa kita, dan yang lebih para lagi ketika kita menjadi tidak percaya lagi kepada-Nya karena kita merasa bahwa doa kita tidak dipedulikan Tuhan.

Nah, dalam Injil Yohanes 11:38-54 mengisahkan tentang kebangiktan Lazarus dan kisah ini mengingatkan kita tentang bagaimana kita menunjukkan iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Karena, dengan percaya kepada-Nya, orang akan memperoleh hidup yang kekal, kendati ia sudah mati. Tetapi kita mungkin masih bertanya lagi, kenapa Tuhan mengizinkan kesulitan datang pada kita, padahal kita rajin ke gereja dan selalu membantu orang lain?

Injil Yohanes memberikan jawaban kepada kita bahwa Allah dapat melakukan apa saja bagi orang yang percaya kepada-Nya. Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus karena melihat kedalaman iman Maria yang tetap setia dan mau bertemu dengan Yesus walaupun Yesus sudah terlambat datang, sebab saudaranya, Lazarus telah meninggal. Inilah bukti yang ditunjukkan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya supaya mereka percaya bahwa Dia adalah Anak Allah yang diutus untuk mengatakan kemuliaan Allah dan menyelamatkan umat manusia.

Kita pun bisa belajar dari Maria yang mempunyai iman yang teguh kepada Yesus. Ketika Maria menemui Yesus, ia segera sujud menyembah-Nya. Tidak hanya itu, Maria bersama dengan para pelayat menangis. Melihat itu, hati Yesus tersentuh dan Ia menjadi sangat terharu lalu membangkitkan Lazarus. Lalu bagaimana dengan kita? kita seringkali mengaku percaya kepada Tuhan tetapi selalu mengeluh pada Yesus. Kita hanya mau percaya, jika kita dalam kegembiraan dan kebahagiaan.

Dalam kesedihan, belum tentu kita mau percaya. Tetapi, Yesus selalu hadir dalam kesedihan, penderitaan bahkan kematian. Ia selalu berdoa kepada Bapa-Nya agar kita percaya bahwa Allah telah mengutus-Nya untuk memberikan hidup bukan kematian. Karena itu, kita harus memiliki iman yang teguh supaya kita memperoleh kehidupan kekal. Maka, keberanian untuk percaya adalah syarat untuk menerima anugerah kehidupan dari Yesus. Apabila kita percaya kepada Yesus, kita akan hidup dan tidak akan mati.

Percaya kepada Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah memang tidak mudah! Ternyata, kita lebih cenderung percaya pada diri sendiri daripada kepada Yesus. Orang lebih senang mencari kepuasan dirinya, daripada mencari kehendak Allah. Padahal, apa yang menguntungkan bagi kita, belum tentu membahagiakan kita. Tanpa sadar kita mengalami kematian dini kendati kita hidup. Maka, hanya orang yang percaya kepada Allah akan hidup.(A/D)
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel