Penulis-Penulis Skenario yang sangat berpengaruh di Perfilman Indonesia

5 Penulis naskah skenario film Indonesia
Quote Amor - Keberhasilan sebuah film tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja melainkan melibatkan banyak faktor, mulai dari penghayatan para pemeran, pengolahan adegan, efek suara, penataan visualisasi, sampai pada pemahaman konteks kepada siapa film itu ditujukan.

Tanpa memperhatikan aspek-aspek itu maka sebuah film bisa saja tidak akan diminati oleh para penonton. Selain itu, aspek lain yang tidak kalah penting juga adalah aspek alur ceritanya, bagaimana film itu membangun narasinya sehingga mempengaruhi para penonton. 

Alur cerita yang baik tentu bisa membuat para penonton betah mengikuti kisah dari awal sampai akhir film itu diputar. Peran inilah yang dimainkan oleh penulis naskah. Dia harus mampu membangun cerita menjadi lebih hidup dan tidak membosankan, bisa mempengaruhi perasaan para penonton.

Namun walaupun perannya sangat penting, sosok penulis naskah sering kali tidak menjadi pusat perhatian. Mereka kalah dengan sutradara dan para pemerannya yang selalu mendapat sorotan dari para penonton. jarang sekali orang bertanya siapa penulis naskah film tersebut.

Baca juga Film Bumi Manusia: Cinta mengubah segalanya

Nah, bagaimana dengan perkembangan film Indonesia sendiri. Hingga saat ini, bisa dikatakan bahwa perkembangan film Indoensia sudah semakin maju. Kemajuan itu tidak terlepas dari peran para penulis skenario. Kali ini, sebagai pencinta film Indoensia, saya ingin memperkenalkan sosok-sosok penulis skenario film Indonesia yang sudah berhasil di dunia perfilman itu. Siapa saja mereka. saya akan memperkenalkan 5 sosok yang sudah menjadi penulis skenario di beberapa film yang sudah ditonton oleh banyak orang.

1. Ginatri S. Noer

Perempuan kelahiran Balikpapan ini dikenal sebagai creativeprenuer yang juga berkecimpung di dunia penulisan naskah film. Tidak kalah dengan suaminya, Noer juga menghasilkan karya-karya film yang sudah berhasil. Gina, demikian sapaan akrabnya, terjun ke dunia penulisan skenario melalui film independen Foto, Kotak, dan Jendela (2006) garapan Angga Dwimas Sasongko. 

Namanya semakin terkenal setelah terlibat menggarap film Ayat-Ayat Cinta (2009) bersama sang Suami, Salman Aristo. Tidak sampai disitu saja, untuk membuktikan kapasitas dan kredibilitasnya sebagai penulis naskah yang profesional, dia bersama Adriansyah Ismail  kemudian menggarap film-film ternama seperti Jelangkung 3 (2007), Habibie &Ainun (2013), dan Perempuan berkalung Sorban (2009).

2. Jujur Prananto

Kredibilitas putra kelahiran Salatiga ini tidak diragukan lagi di dunia penulisan naskah skenario film Indonesia. Awalnya, dia menjadi penulis cerpen yang karya-karyanya sering muncul di kolom sastra Mingguan Kompas. Namanya pun mulai muncul di dunia penulisan naskah film setelah terlibat dalam film Petualangan Sherina (1999) dan Ada Apa Dengan Cinta (2001).

Dua film awal itu menjadi pembuktian kapasitasnya sehingga dia kemudian dipercaya lagi untuk menggarap naskah skenario film-film Indonesia lainya seperti Ungu Violet (2005). Cintapucino (2007), La Tahzan (2013), Pendekar Tongkat Emas (2014), dan Haji Backpacker (2014).

3. Salman Aristo

 Nama orang ini sudah cukup familiar di dunia penulis skenario film Indonesia. Sudah ada begitu banyak film yang digarapnya. Putra kelahiran Jakarta ini mulai terjun sebagai penulis naskah film sejak menangani film Brownies (2004). 

Film ini sangat sukses sehingga dia diundang lagi untuk menggarap beberapa film lainnya. Bersama Richard Curtis, Salman mampu membuktikan kapasitasnya sebagai penulis naskah film yang sangat diperhitungkan. Lihat saja film-film Indonesia yang sudah sangat sukses, film Laskar Pelangi (2008), atau Sang Penari (2011). Dengan semangat kerja kerasnya, tidak mengherankan kalau Salman layak diperhitungkan di berbagai ajang penghargaan film dalam negeri.

4. Tumpal Tampubolon

Penulis kelahiran 1979 ini sudah melewati berbagai peran dalam produksi film. Dia pernah menjadi sutradara film Belkibolang (2011), segmen sinematograti dalam film pendek On One Is Ilegal (2011). Kesuksesan film Wiro Sableng 212 yang sempat viral juga digarap Tumpal. 

Narasi dan dialog-dialog singkat yang dibuatnya membuat para penonton tidak hanya tertawa melainkan mengaguminya. Sebelum film Wiro Sableng 212, Tumpal juga pernah menggarap film Tabula Rasa (2104) yang menghantarnya meraih penghargaan sebagai penulis skenario fim terbaik piala citra.

5. Ernest Prakarsa

Siapa yang tidak kenal dengan orang ini. Dia tidak hanya menjadi penulis naskah film tetapi juga dia pernah menjadi sutradara dan pemain film. Selain itu juga, putra yang bermata sipit ini terkenal sebagai salah satu komika papan atas. Ernest tampil di panggung Festival Film Indonesia untuk menerima penghargaan sebagai Penulis Skenario Asli terbaik (2017).

Baca juga : Satu Harapan bisa Mengubah Seluruh Dunia

Melalui film yang sama, Cek Tokoh Sebelah (2017), Ernest juga meraih penghargaan serupa dari ajang-ajang perfilman Indonesia lainya. Film lain yang menghantarnya kepada penobatan sebagai penulis skenario terbaik Indonesian Box Office Movie Awards adalah film Ngenest (2016) dan Susah Sinyal (2018) Ketiga film tersebut menjadi pembuktian kapasitas dan kredibilitasnya dalam dunia perfilman Indonesia.

Oleh Albertus Dino
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel