Ada apa dengan Upacara "Bebetei Uma"?

Bebetei Uma: Kebangkitan Orang Mentawai; Sebuah Etnografi
Quote Amor - Latar belakang kehidupan manusia tidak terlepas dari kebudayaan. Kebudayaan dapat dikatakan sebagai corak hidup sekaligus unsur terpenting bagi kehidupan manusia. Kebudayaan diafirmasi sebagai instrumen yang mengatur, menyejahterakan, menyatukan, serta sebagai pedoman hidup manusia yang ada di dalamnya.

Buku yang ditulis oleh Bambang Rudito berjudul BEBETEI UMA Kebangkitan Orang Mentawai: Sebuah Etnografi” merupakan buku yang amat padat menguraikan kebudayaan orang-orang Mentawai terutama upacara bebetei uma. Buku ini diterbitkan oleh Gading bekerjasama dengan Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD), pada Februari 2013.

Secara harafiah upacara bebetei uma merupakan kegiatan pembersihan rumah komunal dari pengaruh roh jahat. Pada upacara ini jiwa para anggota keluarga luas yang masih hidup dipanggil, agar mau berkumpul  dan bersatu dengan roh leluhurnya di uma” (Bambang Rudito 2013:57). Munculnya upacara bebetei uma merupakan titik balik akan pergeseran dan perubahan lingkungan masyarakat Mentawai

Penulis melihat pergeseran dan perubahan ini dipengaruhi oleh masuknya kebudayaan baru yang menetap di Mentawai, seperti masuknya pranata sosial baru misalnyakoperasi, organisasi ekonomi, pariwisata, politik, pendidikan, agama samawi (Katolik, Protestan, Islam dan agama Bahai). Masuknya pranata sosial baru ini turut mempengaruhi sistem kepercayaan orang-orang Mentawai. Orang-orang Mentawai pun harus beradaptasi dengan sistem yang baru ini.

Oleh karena itu, cara yang paling tepat untuk menegaskan kembali identitas orang-orang Mentawai adalah upacara bebetei uma. “Upacara bebetei uma adalah wujud kebudayaan yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Mentawai secara keseluruhan, baik orang Mentawai maupun suku bangsa lain yang menetap di Kabupetan Kepulauan Mentawai” (Bambang Rudito 2013:3). Dengan adanya upacara bebetei uma ini, orang-orang Mentawai mampu beradaptasi dengan perkembangan dan perubahan yang ada.

Upacara bebetei uma ini mengambarkan relasi yang kuat antara kerabat luas di daerah Mentawai dengan kehidupan supranatural. Satu-satunya orang yang memimpin upacara bebetei uma ini ialah sikerey. Sikerey ini diyakini oleh orang-orang Mentawai sebagai prantara untuk berkomunikasi dengan roh dan jiwa alam supranatural. Tanpa kehadiran sikerey ini, upacara tidak akan berlangsung. Sikerey diyakini memiliki peranan yang amat penting dalam setiap uma.

Selain itu, upacara ini diyakini pula sebagai sarana untuk menyatukan orang-orang Mentawai, memperkuat rasa solidaritas di antara anggota masyarakat. Upacara ini pun menjadi identitas orang-orang Mentawai karena semua sistem yang masuk ke daerah Mentawai harus didasari melalui upacara bebetei uma. Dalam perkembangannya upacara ini tersebar luas di kalangan masyarakat sehingga pendatang pun ikut terlibat dalam upacara bebetei uma ini.

Struktur Penulisan

Dilihat dari struktur penulisan buku, pada bagian awal penulis langsung membahas pokok uraian tentang  maksud dari upacara bebetei uma. Dari uraian umum ini, penulis mengerucut pada tema tentang letak geografis daerah Mentawai. Penulis mencoba menghubungkan konteks geografis orang-orang Mentawai dengan upacara bebetei uma. Dalam uraian tersebut, penulis memberikan pemahaman akan keadaan geografis orang-orang Mentawai, keadaan sosial serta mata pencaharian orang-orang Mentawai. Hal ini tergambar dalam pemaparan penulis pada Bab II dan Bab III.

Dari latar belakang geografis ini, penulis lalu menguraikan sistem kepercayaan asli orang-orang Mentawai yakni Arat Sabulungan dan hubungannya dengan kehidupan orang-orang Mentawai. Orang-orang Mentawai meyakini bahwa antara alam nyata dan alam supranatural memiliki keterkatian yang erat (Bab IV). Selanjutnya, penulis masuk pada bagian arti dan struktur pelaksanaan upacara bebetei uma. Dalam pemaparannya penulis mengambarkan secara terperinci pelaksanan upacara ini (Bab V). Pada bagian terakhir buku ini, penulis menguraikan tentang peran dari upacara bebetei uma ini. Pemaparan ini sekaligus sebagai kesimpulan dari upacara bebetei uma (Bagian V). 

Upacara Bebetei Uma sebagai aspek penting

Dari struktur penulisannya, saya berkesimpulan bahwa fokus utama yang ingin disampaikan penulis ialah latar belakang munculnya upacara bebetei uma ini. Fokus ini kemudian memperlihatkan bahwa penulis menguraikan buku ini dengan sistematik studi lapangan. Dari konsep ini, penulis mengetengahkan kepada pembaca akan aspek penting dari upacara bebetei uma dan menghubungkannya dengan kehidupan sosial masyarakat.

Dari sini kita bisa memahami bahwa hakikat dari upacara bebetei uma ini ialah upacara yang dilaksanakan oleh kelompok keluarga luas berdasarkan garis keturunan yang sama atau yang tinggal pada satu Uma. Saya juga mengapresiasi Penulis yang telah memaparkan dengan amat lugas kebudayaan orang-orang Mentawai (Bebetei Uma). Oleh Karena itu, buku ini menjadi salah satu acuan dalam memahami kebudayaan orang-orang Mentawai.

Kalau mau membeli bukunya bisa klik di link : BEBETEI UMA Kebangkitan Orang MentawaiSebuah Etnografi

Oleh : Simon Lebo
Mahasiswa STF Driyarkara
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel