Pesan Film Fast and Furious: Hanya Manusia yang punya Hati

Fast & Furious : Hobbs and Shaw
Quote Amor - Film Fast & Furious: Hobbs and Shaw sedang ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia. Sejak awal film ini hampir seluruhnya diisi dengan adegan-adegan actions yang membuat penonton tidak merasa bosan, apa lagi ditambah dengan efek suara yang menegangkan.

Film yang dibintangi oleh Luk Hobbs (Dwayne Johnson) dan Dechard Shaw (Jason Statham) ini, sedikit berbeda dengan beberapa seri sebelumnya. Kedua tokoh ini pada seri sebelumnya adalah bermusuhan. Tetapi dalam sekuel kali ini mereka bersahabat melawan Bixton (Idris Elba) sebagai superman berkulit hitam.

Memang pada awalnya Hobbs dan Shaw tidak mau bersahabat karena masing-masing mempertahankan kehebatannya. Hobbs merasa diri bisa bekerja tanpa bantuan Shaw dan juga sebaliknya, Shaw menolak untuk bekerjasama dengan Hobbs. Mereka mempunyai ego masing-masing. Namun ketika mereka berhadapan dengan Bixton yang memiliki kekuatan hebat, mereka akhirnya menyadari bahwa mereka harus bekerja sama untuk mengalahkan Bixton. 

Hobbs adalah agen keamanan Amerika Serikat (AS) dan Shaw sebagai Mantan agen intelijen Inggris. Mereka dipertemukan pada suatu tugas untuk melacak keberadaan virus C17, virus yang mematikan.Virus ini sedang diincar oleh Bixton, seorang penjahat pemimpin teroris yang memiliki teknologi canggih.

Misi Bixton bersama anggota terorisnya mendapatkan virus C17 untuk memusnahkan ras manusia dan memberi kekuatan kepada kelompoknya, manusia hasil cangkokan teknologi. Virus inilah yang akan memberikan kekuatan kepada dirinya sehingga dia akan hidup selamanya.

Virus tersebut kemudian diselamatkan oleh saudari Dechard Shaw, Hattie Shaw (Vanessa Kirby), yang bertugas sebagai agen rahasia Inggris (M16). Hattie menyelamatkan virus tersebut dengan menyuntikkannya di tangannya. Bixton mengetahui hal tersebut sehingga dia mengejar Hattie. Dalam proses pengejaran itu, Hattie bertemu dengan Hobbs dan Dechard, saudaranya. Dan dari sinilah permusuhan terjadi antara Hobbs, Dechard dan Hattie bertarung melawan Bixton yang sedang berusaha mendapatkan virus C17.

Film Hobbs and Shaw digarap oleh sutradara handal, David Leitch yang sebelumnya pernah menyutradarai film John Wick (2014), Deadpool 2 (2018), dan one upon a deadpool (2018). Sedangkan Chris Morgan dipercaya sebagai penulis naskah. 

Keluarga di atas segalanya

Seri Fast & Furious sebelumnya sangat kuat mengangkat tema keluarga. Dan kali ini, Hobbs and Shaw juga mengangkat tema yang sama, bagaimana kekuatan keluarga bisa mengalahkan segalanya, bahkan persoalan sebesar apapun. Nilai keluarga sangat ditonjolkan dalam alur cerita Hobbs and Shaw. Dechard berjuang dengan berbagai cara untuk melindungi adiknya, Hattie yang bergabung dalam agen rahasia Inggris.

Sedangkan Hobbs meninggalkan kampung halamannya, Samoa, dan merantau ke Amerika Serikat. Di sana Hobbs bekerja sebagai agen rahasia Amerika. Namun ketika Hobbs menghadapi masalah yang serius, untuk menyelamatkan virus C17 yang sudah tertanam dalam tubuh Hattie, dari pengejaran Bixton. Hobbs menjadi teringat akan keluarganya. Hobbs mengajak Dechard dan Hattie ke kampung halamanyan di Samoa untuk mendapatkan perlindungan dari pengejaran Bixton, manusia hasil dari cangkok teknologi itu.

Kedatangan Hobbs membangkitkan kemarahan besar saudaranya kandungnya. Namun berkat bantuan ibunya yang sangat merindukan Hobbs, kemarahan saudaranya menjadi hilang. Pada adegan di kampung Samoa ini menampilkan suatu nilai kebudayaan orang Samoa yang sangat menghargai orang tua sehingga ketika ibunya berbicara, semua keluarganya mendengar dan melakukan apa yang diperintahkannya. Selain itu juga, ada sepenggal kalimat yang diungkapankan oleh Hobbs ketika dia mengajak keluarganya untuk membuat strategi melawan serangan Bixton. Hobbs meminta keluarganya untuk memohon kepada leluhur mereka. 

Manusia tidak akan pernah dikalahkan oleh Mesin

Hobbs and Shaw menampilkan dua sisi kehidupan manusia yang berada di tengah kemajuan teknologi yang semakin cepat. Sebagian manusia sudah sangat bergantung pada teknologi, bahkan sampai berhamba pada teknologi sehingga mengabaikan nilai kemanusiaan. Namun dalam situasi perkembangan itu, masih ada orang yang berpegang teguh pada nilai kemanusiaan sebagai nilai yang tertinggi dari segalanya. 

Dua sisi kehidupan itu sangat jelas ditampilkan oleh Hobbs dan Shaw sebagai tokoh yang bisa mengendalikan teknologi, sedangkan Bixton mewakili manusia yang sudah sangat bergantung pada teknologi. Hidupnya sudah dikendalikan oleh teknologi. Nilai kemanusiaan yang sangat menghargai kehidupan melawan "manusia teknologi" yang sudah bergantung penuh pada teknologi. Kelompok yang kedua ini (Bixton) sangat pesimis pada kemampuan manusia dan mengagungkan teknologi. Namun lupa bahwa teknologi itu diciptakan oleh manusia.
Perjuangan Hobbs dan Shaw menunjukkan bahwa manusia tidak akan pernah dikalahkan oleh teknologi. Mansusia tetap menjadi pengendali teknologi. Dengan demikian, manusia tidak sepenuhnya mengandalkan teknologi untuk masa depannya. Karena Teknologi bisa menghancurkan nilai kemanusiaan kalau manusia sendiri tidak mampu menyadarinya bahwa teknologi itu hasil ciptaannya. Manusia boleh menggunakan teknologi tetapi tidak sepenuhnya, membiarkan diri manusia berhamba padanya. Teknologi tetaplah teknologi yang keberadaanya sangat bergantung pada manusia. *****

Oleh Albertus Dino
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel