Jeritan Bumi Manusia

bumi manusia
Tak hentinya, anak-anak peladang 
jeritkan rindu di tengah hutan rimba penuh belukar.
Melirih, membias bagi kenakan merah putih.

Bersama angin menggema di seluruh bukit
ditinggalkan terlantar oleh induk,
serakah gila kuasa.

Dia bagaikan pilatus,
cucikan tangan dari tangisan anak jalanan.

Badai dan topan tak henti
mengoyakkan wajah luguh penuh kusam.
Menanti jemari induk,
salurkan harapan bagi tumbuhkan martabat.


Kau pun terbaring di sana
berharap debu jeritan
dibersihkan hujan di bulan purnama
bagi ciptakan harapan bangsa
yang indah penuh makna.

(Tentang, 13/10/2018)

Albertus Dino
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel