Bahasa yang paling tepat untuk menyapa Allah

Bahasa yang paling tepat untuk menyapa Allah
Bahasa yang paling tepat untuk menyapa Allah
Quote Amor - Bahasa adalah simbol yang digunakan untuk berkomunikasi. Tanpa bahasa, komunikasi itu tidak akan pernah terjadi. Manusia menggunakan bahasa manusia untuk berkomunikasi dengan sesamanya dan hewan juga demikian berkomunikasi dengan sesamanya dengan bahasa hewan. 

Tidak mungkin akan terjadi komunikasi yang baik kalau manusia menggunakan bahasanya, bahasa manusia, untuk berkomunikasi dengan hewan atau binatang. Karena hakikat dari bahasa adalah untuk berinterkasi, menyampaikan pesan dan bisa menciptakan hubungan timbal-balik, saling membagi pesan.

Pesan itu kemudian menjadi nilai-nilai yang akan mempengaruhi hubungan antara pembicara dan pendengarnya. Di bawah ini saya akan mengulas bagaiman berkomunikasi dengan Tuhan.

Cara Berkomunikasi dengan Tuhan

Bagaimana Anda berkomunikasi dengan Tuhan? Dengan bahasa apakah Anda berkomunikasi dengan-Nya? lalu apakah Anda pernah bertemu dengan Tuhan? kalau Anda pernah berkomunikasi dengan Tuhan, kapan dan dimana komunikasi itu terjadi?

Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin sering kali kita dengar atau mungkin pernah terbersit dalam pikiran kita. Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul dari keraguan terhadap kehadiran Tuhan dalam hidup.

Orang mempertanyakan keberadaan Tuhan karena belum memahami bagaimana Tuhan hadir dalam hidupnya. Atau tidak berusaha membangun komunikasi dengan Tuhan, tetapi terus mempertanyaakan Tuhan.

Nah, bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini? Menurut saya, komunikasi dengan Tuhan sebenarnya terjadi melalui doa. Inilah momen yang sangat tepat untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Namun pertanyaan akan menciptakan pertanyaan lanjutan. Lalu bahasa apa yang akan digunakan?

Baca juga
Untuk menjawab pertanyaan ini, orang harus keluar dari kerangka berpikir manusia dalam komunikasi dengan sesamanya. Menurut saya, jawaban atas pertanyaan itu adalah "bahasa hati" yang mampu merasakan kehadiran Tuhan. 

Saya mengatakan demikian karena Allah adalah sebuah misteri yang sulit dijankau oleh kemampuan indrawi tetapi dapat dirasakan melalui pengalaman personal. Dan pengalaman tersebut hanya akan dialami oleh orang-orang beriman. Orang yang punya relasi khusus dengan Tuhan melalui doa. 

Kalau tidak pernah berdoa maka tidak mungkin akan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Malah yang ada hanyalah litani keluh-kesah yang meratapi kehidupan. Atau mungkin berpikir bahwa sudah malas berdoa karena tidak pernah dikabulkan Tuhan. 

Cara berpikir seperti ini juga sangat keliru karena orang yang rajin berdoa akan semakin memahami bahwa hidupnya tidak akan terlepas dari penderitaan hidup. Orang merasa diri doanya tidak pernah dikabulkan Tuhan adalah orang yang terlalu sibuk dengan dirinya sendiri sehingga tidak memberi ruang bagi kehadiran Tuhan. Sebenarnya Tuhan hadir dalam diri kita melalui suara hati yang selalu meminta kita untuk melakukan kebaikan.

Tuhan menyapa dan membantu kita melalui orang-orang yang ada di sekitar kita. Sekali lagi pemahaman ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang punya relasi intim dengan Tuhan.

Bahasa untuk menyapa Allah

Allah adalah sebuah misteri keheningan dan intimasi. Itu berarti hanya dengan keheningan kita dapat masuk ke dalam misteri yang disebut Allah. Dengan keheningan, kita dapat berkomunikasi dengan Allah melebihi kata-kata. 

Cenderungnya kita berdoa hanya menyampaikan permohonan kita kepada Tuhan dan jarang sekali kita berusaha hening di hadapan Tuhan, mendengarkan Tuhan berbicara kepada kita.

Hal ini sama seperti kita hanya tahu meminta tetapi tidak pernah memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk menanggapi permintaan kita. Tuhan tidak punya kesempatan untuk berbicara. Kita terus meminta tanpa memikirkan apakah permintaan itu baik atau tidak. 

Namun keheningan tidak sama dengan tidak melakukan apa-apa. Orang sulit membedakan kedua hal ini. Orang merasa diri sudah hening tetapi hatinya terus berkata-kata, atau sering kali orang mengatakan hanya badanya yang ada di sini tetapi pikirannya entah kemana-mana. 

Keheningan adalah suatu suasana batin yang memusatkan seluruh perhatiannya pada suatu tempat dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Orang bisa menciptakan kehingan di tengah keramaian tetapi orang yang tidak melakukan apa-apa bisa merasakan kesepian di tengah keramaian. 

Itu berarti kesepian itu bisa terjadi di mana-mana, karena kesepian merupakan perasaan yang tidak terkontrol dengan yang lain. Orang kesepian cenderung lari ke obat-obatan, alkohol dan seks. Sedangkan keheningan adalah ada bersama dan terhubung dengan seluruh alam.

Walaupun kita berada di tempat yang sepi tetapi hati kita tidak pernah sepi karena Tuhan hadir dalam diri kita. Yesus telah menunjukkan hal tersebut, Ia pergi ke tempat yang tenang untuk menjaga hubungan personal dengan Allah. Bagaimana dengan kita?

Oleh Albertus Dino
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel