5 Tokoh dalam Alkitab yang Menginspirasi Kaum Bapa

5 tokoh kitab suci
5 tokoh dalam Aklitab yang menginspirasi kaum bapa
Quote Amor - Kita mungkin pernah mengagumi tokoh tertentu karena dia memiliki kemampuan atau karena cara hidupnya baik. di samping itu, di tengah kegamangan hidup, kita membutuhkan tokoh-tokoh inspiratif untuk memberikan motivasi bagi kehidupan. Kita kemudian mencari tulisan-tulisan yang mengisahkan kehidupan seseorang.

Namun kita sering kali mencari kisah-kisah dari tokoh yang terkenal karena kesuksesannya di dunia musik atau di perfilman. Namun kita seringkali lupa atau tidak tahu sama sekali bahwa di dalam Alkitab, kita bisa menemukan tokoh-tokoh inspiratif, misalnya bagaimana menjadi saudara yang baik bagi yang lain, orang tua yang baik bagi anak-anak, dan sebagainya.

Dengan demikian, Sophiasasatra kali ini menyajikan beberapa tokoh inspiratif dari alkitab, tentang bagaimana kita menjadi orang yang baik bagi yang lain, memberi teladan yang baik bagi orang lain. Dari Adam, manusia pertama, Nuh, Musa, dan Yosef, ayah dari Yesus Kristus.

Adam: Manusia pertama

Inilah manusia pertama yang diciptakan Allah menurut kehendaknya. Kita bisa membayangkan bagaimana perasaan seorang Adam ketika pertama kali melihat di sekitarnya tanpa ada orang yang rupanya seperti dia.  Sebagai manusia yang membutuhkan kahadiran yang lain, Adam merasa ada yang kurang bagi hidupnya, yaitu orang lain yang bisa menemani hidupnya.

Kerinduan ini ditanggapi oleh Allah sebagai sumber dan asal-usul segala sesuatu, memberikan kepada Adam, seorang perempuan yang menemani hidupnya. Kehadiran perempuan ini memberikan penghiburan kepada Adam sehigga akhirnya mereka berdua menjadi orang tua pertama, yang menghuni bumi ini.

Bagaimana Adam berperan sebagai seorang Ayah bagi anak-anaknya? Sophiasastra sudah berusaha untuk menemukan bagaimana metode Adam sebagai ayah dalam mendidik anak-anaknya.  Sophiasastra mengacu pada kitab Kejadian 1:27 tentang Allah menciptakan Adam dan istrinya, Hawa, “menurut gambar-Nya sendiri” dan kemudian pasangan ini menjadi orang tua.

Dalam Alkitab mengatakan bahwa Adam dan Hawa memiliki putra bernama Kain, Habel dan Set, serta putra dan putri lainnya. Mungkin pelajaran terbaik yang dapat diambil orang dari kisah tersebut adalah bagaimana akibat dari tindakan mereka karena mereka membuat keputusan yang salah.

Seperti yang ditulis dalam kitab Kejadian, Adam dan Hawa diberitahu oleh Tuhan agar tidak makan dari Pohon Pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, tetapi mereka memilih untuk tidak mendengarkan dan memakan buah terlarang tersebut.

Kejadian 3: 23-24 memberitahukan kepada kita, apa yang terjadi selanjutnya setelah Adam dan Hawa melanggar permintaan Allah, “Jadi, Tuhan Allah mengusirnya dari Taman Eden untuk mengolah tanah dari mana dia telah diambil. Setelah dia mengusir laki-laki itu keluar, dia menempatkan di sisi timur taman keramat Eden dan pedang menyala-nyala berkedip maju mundur untuk menjaga jalan menuju pohon kehidupan. ”Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.”

Nuh

Kisah Nabi Nuh yang membangun bahteranya telah memikat pembaca Alkitab sepanjang zaman. Dalam kitab Kejadian menegaskan kepada kita bahwa Tuhan telah siap untuk menghancurkan bumi karena kejahatan manusia yang luar biasa. Namun Tuhan meminta untuk membuat sebuah kapal besar untuk membawanya, keluarganya, makanan dan  juga “sepasang dari semua makhluk hidup, pria dan wanita.”
Tuhan meminta dan Nuh mengikuti permintaan Tuhan. 

Ada beberapa hal yang menari dari sikap ketaatan Nuh yang menunjukkan beberapa ciri positifnya. Dalam kitab Kejadian 6, Nuh digambarkan sebagai “seorang yang saleh, tidak bercela di antara orang-orang pada zamannya” dan seorang pria yang “setia dengan Allah.” Oleh karena itu, dapat dimengerti mengapa Tuhan memilih dia untuk menyelamatkan dan mengisi kembali dunia.

Hal ini menunjukkan bahwa Nuh adalah model ketaatan, karena dia mengikuti perintah Allah dalam upaya untuk menyelamatkan keluarganya - dan kemanusiaan. Dia adalah teladan bagi para ayah, khususnya, ketika dia mencontohkan bagaimana dengan tanpa malu melayani Tuhan, bahkan dalam menghadapi tugas yang tampaknya tak dapat diatasi.

Nah, ketika para ayah mencari cara untuk membuat model bagi keluarga mereka seputar cara mendengarkan dan percaya kepada  Tuhan, Nuh memberikan sumber yang luar biasa. Dia menunjukkan bahwa segala sesuatu bisa terjadi dengan percaya dan melaksanakan kehendak Tuhan.

Musa: Ayah dari orang Ibrani

Musa adalah salah satu tokoh dari sekian banyak toko dalam Kitab Perjanjian Lama yang paling terkenal. Dia juga salah satu ayah paling terkenal di Alkitab yang menginspirasi banyak orang.
Dia pada dasarnya adalah "ayah" duniawi dari orang-orang Ibrani, yang membimbing mereka keluar dari perbudakan Mesir dan menempatkan mereka di jalan menuju Tanah Perjanjian.

Setelah Allah memberikan dua “Loh Batu” yang berisi Sepuluh Hukum (Firman), Musa membawa kumpulan peraturan tersebut peraturan kepada umatnya. Ribuan tahun kemudian, perintah-perintah itu terus memberikan bimbingan moral kepada orang-orang di seluruh dunia.
Dalam kitab Keluaran 14 menunjukkan kepada kita, bagaimana Musa membela dan menyemangati umatnya ketika orang Mesir mengejar mereka: “Ketika, orang Israel melihat Firaun mendekati mereka, dan ada orang Mesir berbaris mengejar mereka, maka mereka menjadi ketakutan.”

Yosef: Ayah dari Yesus Kristus

Ada beberapa kisah yang menunjukkan sifat kebapaan dalam Alkitab. Kisah-kisah tersebut menjadi fenomenal sebagai kisah Injil bahwa Yusuf menerima Yesus sebagai putranya. Fakta-fakta alkitabiah menunjukkan  pergulatan Yesof sebagai seorang ayah tentang kehadiran Yesus yang kemudian diterimanya sebagai anaknya. Maria, ibu Yesus, dijanjikan untuk dinikahkan dengan Joseph ketika Joseph mengetahui bahwa dia hamil.

Setelah mengetahui tentang kehamilan yang mengejutkan - seorang anak yang tidak mungkin menjadi anaknya - Joseph mempertimbangkan untuk menceraikan maria dengan tenang. Kemudian, seorang malaikat muncul dengan pesan yang mengubah segalanya. Matius 1: 19-21 menegaskan hal tersebut:

“Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya  dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat  Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Joseph tidak melawan, dia tidak mengabaikan perintah Tuhan; dia membawa Maria pulang menjadi istrinya dan menjadi ayah duniawi Yesus. Seperti Nuh, penerimaan Joseph akan kehendak Tuhan dan keputusannya untuk melindungi dan menjaga Yesus menunjukkan pengabdian dan model pentingnya mengandalkan kehendak Tuhan.(A/D)

Albertus Dino
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel