Sekularisme Menjadikan Agama Lebih Berfungsi

Sekularisme Menjadikan Agama Lebih Berfungsi
Quote Amor - Ketika berbincang dengan Abd A’la, dia menguraikan bagaimana tanggapan Islam mengenai isu sekularisme yang perlahan-lahan masuk dalam kehidupan umat muslim. Dia mengatakan bahwa sekularisme merupakan salah satu aspek yang membantu agama bisa mengenal dirinya dan bisa menempatkan dirinya dengan baik dalam kemajemukan.

Abd mengutip ungkapan Jose Casalova yang mengatakan bahwa sekularisme justru akan menjadikan agama lebih berfungsi dalam pengertian substantif. Dan ketika masuk ke ruang publik, agama tidak lagi diributkan dengan persoalan simbol tetapi bagaimana meletakkan dasar-dasar moral di ruang publik.
Sekularisme bukan berarti menghapuskan agama dari ruang privat tetapi demi menjadikan kehidupan betul-betul untuk manusia, bukan untuk kerajaan Allah. Karena itu kesucian kita harus dipahami secara hermeneutic dengan biarlah semua tafsiran masuk ke ruang public.

Di sana kita bisa adu argumentasi dan berdialog satu sama lain. Ini merupakan usaha kaum liberal supaya kitab suci dipahami dalam konteks tertentu. Artinya bahwa kitab suci itu ditulis dalam konteks zamannya. Konsep dasar islam liberal adalah keyakinan bahwa dibalik teks suci ada makna; ada teks dan konteks.

Liberal sampai pada titik tertentu, berarti membebaskan agama dari hal-hal yang di luar agama, dari pemaknaannya yang melampaui batas-batas privatnya, terutama politisasi atau kapitalisasi terhadapnya.
Di sini perlu peran pemerintah dan tokoh agama untuk menunjukkan pemahaman yang benar kepada masyarakat. Hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah penegakan hukum sehingga tercapai keadilan dan kesetaraan.

Dengan itu, kerukunan antarkelompok akan tercapai dan kelompok lain yang berbeda akan merasa lebih kerasan dan betah hidup bersama karena ada jaminan keamanan. Makna liberal menuntut hak dan kewajiban. Bebas dalam arti selama tidak mengganggu dan mencabut hak-hak orang lain. Ketika mengganggu orang lain maka kita punya kewajiban untuk menjaga dan melindunginya. 

“Saya termasuk orang yang optimis pada kemungkinan Islam menjadi agama yang ramah selama kelompok silent mayoritymemiliki agenda-agena ke depan untuk mencerahkan umat,”ungkap Abd A’la.
Dengan demikian, turunan dari sekularisme yang menjadikan kehidupan betul-betul anugerah buat manusia, bukan untuk kerajaan Tuhan, adalah bagaimana membebaskan agama dari hal-hal yang di luar agama, dari pemahamannya yang melampaui batas-batas privatnya; politisasi dan kapitalisasi terhadapnya. Sehingga agama berfungsi dalam kerangka substantive: meletakan dasar-dasar moral di ruang public dan tidak lagi diliputi gairah simbolisasi.

Di situ semua perbedaan tafsir agama dibiarkan tumpah ke ruang publik yang kemudian tersaring melalui mekanisme dialog dan argumentasi dalam pola dan agenda yang mencerahkan umat. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam proses tersebut, yakni bagaimana agar kelompok yang berbeda-beda lebih kerasan dan betah dalam kehidupan bersama, adalah adanya jaminan pemerintah dalam upaya menegakkan hukum mewujudkan keadilan dan kesetaraan.

Oleh Albertus Dino
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel