Ritus Kasih

Foto dari www.pixabay.com
Kau bermukim di lembah para kelana.
Hari-hari kau lalui dengan matiraga,
siap menyusun bulih-bulih
yang akan ditabur dalam ritus kasih.

Mata terasa pada tali saling kasih.
Tanah mengorbankan diri,
di bawah takdir  yang setia menemani.
Sajak-sajak waktu mendendangkan pujian kepada Sang Kalik
terbentuklah irama statis.

Ingatlah, sajakmu telah menjadi irama bagi para kelana
Saat pagi buta, sang fajar keluar dari sangkarnya,
Si jago berkokok membangunkan spontansitas
keheningan malam,
Ayah-ibu segera menyeka mata,
mengambil kail dan pukat
siap mengais nasib di lembah basa penuh makna.

Kau dengan cekat, menyusur lereng dan bukti
Dinginnya embun pagi tak patahkan arangmu
Sebab jiwamu terasah hidup.
Ingin pasti bumi tetap lestari.

Kau bercucuran keringat menimba air kasih.
Kau tak hitungkan semua itu.
Seluruh hatimu tersimpan kasih dan pengorbanan
Bagi siraman syukur, warisan pusaka dahulu kala.
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel