Kamu Semua adalah Anak-Anak Allah

fotografer: Albertus Dino
Semua anak-anak Allah dan keturunan Abraham (3:26-29)
+ 26Sebab kamu semua                       adalah              anak-anak    Allah
: karena iman                                   di dalam          Yesus               Kristus.
+ 27Karena kamu semua,                    yang dibaptis dalam                Kristus,
:                                                          telah mengenakan                   Kristus.
                                             -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
28 Dalam hal ini         tidak ada          orang Yahudi                        atau orang Yunani,
                                   tidak ada          hamba                                    atau orang merdeka,
                                   tidak ada          laki-laki                                   atau perempuan,
                              --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
+ karena kamu semua             adalah satu
:                                              di dalam            Kristus                      Yesus.
+ 29Dan jikalau kamu            adalah milik       Kristus,
           : maka     kamu             juga adalah   keturunan  Abraham
           :dan     berhak menerima                 janji             Allah.

Tafsiran Komposisi
Komposisi di atas disusun menjadi  tiga bagian. Bagian pertama, ayat 26-27 dan bagian ketiga, ayat 28b-29 disusun secara pararel dan mengapiti bagian kedua, ayat 28a, yang merupakan bagian konsentriknya. Bagian pertama mempunyai dua sekmen dan setiap sekmen mempunyai dua baris masing-masing. Hal yang sama juga pada bagian ketiga disusun dengan cara yang sama tetapi sekmen keduanya terdapat tiga baris. Sedangkan pada bagian kedua hanya terdapat satu sekmen yang terdiri dari tiga baris. Di bagian pertama terdapat ungkapan “kamu semua” pada ayat 26 dan 27 dan ungkapan ini dipararelkan dengan ungkapan “Kamu semua” pada ayat 28b dan ayat 29.
Ungkapan ini menegaskan bahwa semua orang yang beriman kepada Kristus adalah anak-anak Allah dan karena iman itulah mereka semua telah mengenakan Kristus (ayat 27), bersatu dalam Kristus (ayat 28b), menjadi milik Kristus (ayat 29) dan juga menjadi keturunan Abraham (ayat 29) karena Kristus sendiri adalah keturunan Abraham. Dengan demikian semua orang yang beriman kepada Kristus adalah anak-anak Allah dan mempunyai hak yang sama untuk menerima janji Allah (ayat 29). Di bagian pertama juga pada ayat 26 terdapat kata “Anak-anak” yang dipararelkan dengan kata “keturunan” dan “janji” (ayat 29) pada bagian ketiga. selain itu, “Allah” pada bagian pertama, ayat 26 dipararelkan dengan “Allah” pada bagian ketiga, ayat 29. Penandaan itu mengunkapkan bahwa semua orang yang menjadi “anak-anak Allah” pada bagian pertama, ayat 26 akan mempunyai hak yang sama, yaitu semuanya akan menerima janji Allah (ayat 29).
Sedangkan pada bagian kedua (ayat 28a), Paulus menegaskan bahwa karena “kamu semua yang beriman kepada Kristus dan menjadi anak-anak Allah” pada bagian pertama (ayat 26-27) dan juga “karena kamu adalah satu dalam Kristus dan menjadi milik Kristus” pada bagian ketiga (ayat 28b-29), maka tidak ada lagi perbedaan dan berbagai macam bentuk tindakan diskriminasi di antara mereka. Itu artinya mereka semua telah menjadi satu dalam Kristus yang memiliki martabat yang sama, yantiu menjadi “anak-anak Allah.” Dengan demikian, Paulus menegaskan bahwa tidak ada lagi orang Yahudi atau orang Yunani, hamba atau merdeka, dan tidak ada lagi laki-laki atau perempuan  (bagian kedua, ayat 28a).
Semuanya bersatu dalam Kristus dan menjadi milik Kristus. Karena menjadi milik Kristus maka semuanya juga menjadi keturunan Abraham sebab Kristus sendiri adalah keturunan Abraham. Oleh karena itu, bagian kedua ini (ayat 28a) menjadi pusat perhatian Paulus bahwa Paulus menegaskan kepada umat Galatia bahwa mereka telah disatukan dalam Kristus maka tidak ada lagi perbedaan di antara mereka. Mereka memiliki kebebasan yang sama sebagai anak-anak Allah dan justru karena tidak ada pemisahan itu maka maka kebebasan itu ada. Sekali lagi itu semua karena bersatu dalam Yesus Kristus.
Selain itu juga saya perlu menegaskan bahwa susunan komposisi di atas menunjukkan suatu persoalan utama dalam kehidupan jemaat Galatia. Paulus menempatkan persoalan itu pada bagian kedua yang menjadi pusat perhatiannya bahwa dalam kehidupan jemaat Galatia terjadi perpecahan di mana mereka masih dipengaruhi oleh gaya hidup orang Yahudi. Menurut saya, persoalan pada bagian kedua ini juga merupakan suatu persoalan sosial dalam kehidupan jemaat Galatia pada umumnya. Saya berpikir bahwa Paulus mengungkapkan pernyataan tersebut (ayat 28a) bukan karena tanpa alasan tetapi Paulus menemukan bahwa ada suatu kebiasaan dalam kehidupan orang Yahudi yaitu suatu sikap yang membuat kelas sosial dan kelas sosial tersebut menciptakan diskriminasi dalam kehidupan jemaat Kristen di Galatia.
Di sini Paulus secara tidak langsung mengeritik kehidupan sosial orang Yahudi Kristiani yang masih mempersoalkan kelas sosial tersebut. Paulus akhirnya menegaskan bahwa semua orang yang telah dibaptis dalam nama Yesus Kristus mempunyai martabat yang sama, tidak ada lagi perbedaan dan pemisahan, sehingga dengan demikian mereka memiliki derajat yang sama dan kebebasan yang sama.
Menurut saya, inilah persoalan utama yang dibicarakan Paulus dalam Galatia 3:26-29. Dia mau menegaskan bahwa tidak ada lagi perbedaan dalam iman kepada Yesus Kristus. Beriman kepada Yesus Kristus tidak lagi mempersoalkan tempat dan identitas primodial seseorang melainkan semuanya telah menjadi satu dalam persekutuan dengan Kristus. Beriman kepada Yesus Kristus berarti memutuskan tali yang memisahkan antara hamba dan orang merdeka, yahudi dan yunani  serta laki-laki dan perempuan.  Semuanya telah disatukan dengan baptisan dalam nama Yesus Kristus dan dengan baptisan itu, semua orang beriman mendapat kedudukan yang sama sebagai orang yang bebas dan memiliki hak serta martabat yang sama.
Bagian kedua (ayat 28a) merupakan pusat atau konsentriknya. Di bagian kedua ini, Paulus mengutip doa orang Yahudi di mana setiap pagi orang Yahudi (khususnya laki-laki) selalu mendaraskan doa dengan mengatakan “Tuhan, saya bersyukur karena saya bukan orang kafi, budak dan wanita. Mereka sangat bangga mengucapkan doa ini karena mereka merasa bahwa harga diri mereka lebih bernilai daripada orang lain dan harga diri itu tidak dimiliki oleh orang lain.
Orang Yahudi juga menganggap bahwa semua orang bukan Yahudi adalah orang kafir dan mereka mengganggap bahwa hanya mereka saja yang menjadi anak-anak Allah. melalui kkutian tersebut, Paulus mengingatkan mereka bahwa sebelum Kristus datang membebaskan mereka, jati diri mereka tidak lebih daripada hamba (bdk Gal 4:1-3). Namun jati diri sejati umat Tuhan ada pada karya penebusan Kristus yang menjadikan semua orang percaya sebagai anak-anak Allah dan ahli waris surgawi (bdk Gal 4:4-7).
Melalui Ungkapan ini, Paulus menegaskan bahwa kehadiran Kristus telah membawa keselamatan dan pembebasan bagi semua orang, bukan hanya untuk orang Yahudi melainkan untuk semua orang yang beriman kepada Kristus. Oleh karena itu, bagian kedua inilah yang menjadi pusat perhatian Paulus dan menjadi pesan yang mau disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Galatia. Paulus menegaskan bahwa tidak ada lagi perbedaan bagi semua orang yang beriman kepada Yesus Kristus. Mereka telah dipersatukan oleh Yesus Kristus melalui baptisan dan dengan baptisan itu, mereka mengenakan Kristus Yesus. Dan dengan mengenakan Kristus, maka mereka semua menjadi anak-anak Allah dan dengan demikian mereka mempunyai hak yang sama untuk menerima janji Allah. Hal tersebut ditegaskan oleh Paulus pada bagian pertama (ayat 26-27) dan bagian ketiga (ayat 28b-29). 
Sekali lagi, di bagian pertama (ayat 26-27) Paulus menegaskan bahwa semua orang yang dibaptis dalam Kristus berarti mengenakan Kristus dan mereka itu adalah anak-anak Allah. Kata “kamu semua” pada ayat 25 dan ayat 27 yang dipararelkan dengan kata “kamu semua” pada ayat 28b menunjukkan bahwa menjadi anak-anak Allah itu bukan hanya untuk orang tertentu saja melainkan untuk semua orang yang beriman kepada Kristus, tanpa kecuali. Hal itu berarti yang menjadi anak-anak Allah adalah bukan hanya “kita” yaitu orang Yahudi (bdk Gal 3:24) tetapi juga “kamu” yaitu orang Kristen bukan Yahudi. Semuanya telah dipersatukan dalam satu keluarga Allah karena iman kepada Yesus Kristus sehingga mereka disebut sebagai anak-anak Allah di dalam Yesus Kristus (bdk Yoh 1:12; Rm 8:15; Ef 1:5; 1 Yoh 3:1). Ia adalah sulung di antara banyak saudara (bdk Rm 8:29; Ibr 2:10).
Dengan demikian, mereka semua memperoleh kedudukan yang sama dalam Yesus Kristus melalui baptisan. Ungkapan “dibaptis dalam Kristus dan telah mengenakan Kristus” (ayat 27) dipararrelkan dengan “satu di dalam Kristus” (ayat 28b). Kemudian Paulus menegaskan bahwa baptian itulah yang membawa setiap orang masuk ke dalam persekutuan Gereja, tetapi di balik upacara itu terdapat aspek yang lebih penting dari baptisan yaitu mereka dipisahkan oleh Roh untuk hidup bersatu dengan Kristus dan tubuh-Nya atau dengan kata lain, orang-orang yang dibaptis itu menjadi satu tubuh (bdk 1 Kor 12: 13) .  Hal tersebut berarti bahwa baptian itu tidak sekedar orang dicurahkan air ke atasnya melainkan setiap orang yang dibaptis itu, “mengenakan Kristus” (ayat 27) dan menyatuh dengan Kritus.
Di sini Paulus dapat dikatakan bahwa dia membandingkan baptisan itu seperti mengenakan pakaian. Pakaian itu adalah Kristus. Gambaran tersebut hanya untuk menegaskan bahwa baptisan itu merupakan tanda yang menuntut  semua orang beriman kepada Kristus mengambil bagian dalam Yesus Kristus, menjadi satu dengan Dia, dan berada di dalam Dia. Kesatuan ini tidak bisa dirasakan atau dialami tetapi sesuatu yang tersembunyi (bdk 2 Kor. 5:7; Rom. 8:24;25) tetapi nyata dalam iman. Selain itu juga, Tuhan Yesus menjadi kunci dan tanda dari satu hidup baru yang dialami bersama semua orang percaya yang lain. Dengan kata lain Kristus menjadi pusat yang mempersatukan semua orang yang beriman kepadanya. Atau dapat dikatakan bahwa iman di dalam kristus membuat kita menjadi anak-anak Allah, dan bukan hanya sekedar menjadi anak-anak Abraham (bdk Gal 3:7). Paulus kemudian mengidentikkan “anak-anak Allah” (ayat 26) dengan “milik Kristus” (ayat 29) yang juga berhak sebagai keturunan Abraham dan dengan demikian berhak menerima janji Allah.
Di bagian ketiga (ayat 28b-29) Paulus menegaskan hal yang sama bahwa kamu semua, baik orang Yahudi maupun orang bukan yahudi telah dipersatukan oleh Yesus Kristus. Beriman kepada Yesus Kristus berarti bersatu di dalam Kristus (lih ayat 28b), “menjadi milik Kristus dan berhak menerima janji Allah” (ayat 29). Penegasan ini menunjukkan bahwa menjadi anak-anak Allah berarti menjadi anggota persaudaraan di dalam Kristus. Dengan masuk kedalam persekutuan itu, kita mendapat identitas baru di dalam diri-Nya (bdk Ef 2:15). Oleh karena itu, Perbedaan dan segala tindakan diskriminasi yang biasa dilakukan dalam kehidupan jemaat Galatia sebelumnya dihapus oleh hubungan  dalam persekutuan bersama Kristus. Persekutuan itu mengungkapan segala bentuk perbedaan yang ada dalam hukum Taurat misalnya Ul 23:3; Kel 21:31-32, perbedaan itu tidak berlaku lagi dalam persekutuan dengan Kristus, karena di dalam Dia, kita adalah satu (bdk Ef 2: 14-16).
Di bagian kedua, Paulus mengatakan bahwa tidak ada lagi pemisahan sosial antara orang Yahudi dan orang Yunani, antara hamba dan orang merdeka, bahkan antara laki-laki dan perempuan (ayat 28a). Semua telah dipersatukan oleh dan dalam Kristus (ayat 28b). Identitas baru itu tidak lagi ditentukan oleh hukum Taurat, melainkan oleh iman kepada Yesus Kristus. Dengan iman kepada Kristus orang dibebaskan dari sekat perbedaan atau pemisahan yang membatasi orang untuk bertindak secara bebas. Dan kebebasan itu merupakan suatu wujud dari suatu keadaan di mana tidak ada lagi pemisahan yang membatasi kebebasan setiap orang. Masuk dalam Persekutuan dengan Kristus berarti menanggalkan semua perbedaan itu dan mengenakan identitas baru, yaitu bersatu dalam Kristus dan menjadi anak-anak Allah. Dengan kata lain kebebasan itu ada karena bersatu dalam Yesus Kristus.
Berada dalam Yesus Kristus berarti menjadi miliknya, membuat orang menjadi bagian dari keturunan Abraham, sebab Yesus Kristus adalah keturunan Abraham sebagaimana sudah dikemukakan dalam Galatia 3:16, 19. Kedudukan sebagai anak menjadikan orang percaya juga menjadi ahli waris (bdk Rm 8:17). Dengan demikian secara keseluruhan kita dapat menemukan gagasan utama dari Galatia 3:26-29 adalah penegasan Paulus bahwa semua orang yang beriman kepada Kristus berarti keturunan Abraham dan dengan demikian mereka disebut sebagai anak-anak Allah yang memiliki hak untuk menerima janji Allah. Dengan demikian, beriman kepada Yesus Kristus mempersatukan semua orang menjadi Anak Allah dan menjadi keturunaa Abraham. Dengan menjadi anak-anak Allah maka semua orang yang telah mengenakan Kristus itu mempunyai martabat yang sama dan mempunyai hak yang sama untuk menerima janji Allah.
Oleh Albertus Dino

Daftar Pustaka


1.      Penjelasan dari Romo Vitus Rubianto Solichin di ruangan Kuliah pada hari Jumat, 24 November 2017.

2.      Gunning, J.J.W, Tafsir Alkitabiah Surat Galatia, Jakarta: Gunug Mulia, 1989.
Previous article
Next article

Leave Comments

Post a Comment

Ads Atas Artikel

Ads Tengah Artikel 1

Ads Tengah Artikel 2

Ads Bawah Artikel